• Jelajahi

    Copyright © Lentera Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Ricuh, TOTAS LIRA Soroti Dugaan Ketidakadilan Penilaian Juri

    Admin
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-13T07:52:50Z


    LenteraIndonesiaNews - Pontianak, 13 Mei 2026


    Pontianak – Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat terus menjadi sorotan publik. Dugaan ketidakkonsistenan penilaian dewan juri memicu protes peserta hingga menuai kritik luas dari masyarakat.


    Sorotan muncul setelah salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak mempertanyakan keputusan juri karena jawaban yang dinilai serupa justru mendapatkan hasil berbeda. Kondisi itu memunculkan dugaan ketidakobjektifan dalam proses penilaian ajang bergengsi tingkat pelajar tersebut.


    Menyikapi polemik itu, Ketua TOTAS sekaligus perwakilan LIRA Kalbar menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak boleh tercoreng oleh praktik yang berpotensi melukai rasa keadilan peserta didik.


    “Ajang pendidikan harus menjunjung sportivitas, kejujuran, dan objektivitas. Jika penilaian dipertanyakan publik, maka evaluasi menyeluruh wajib dilakukan,” tegas TOTAS LIRA Kalbar.


    Ia juga mengapresiasi langkah cepat MPR RI yang telah menyampaikan permohonan maaf resmi serta menonaktifkan dewan juri dan MC untuk proses evaluasi internal.


    Menurutnya, keberanian pelajar menyampaikan keberatan secara santun justru menjadi contoh pendidikan demokrasi yang sehat dan patut dihargai.


    “Jangan sampai anak-anak yang berani memperjuangkan kebenaran malah dianggap salah. Ini menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan,” ujarnya.


    TOTAS LIRA Kalbar meminta evaluasi dilakukan secara transparan agar kepercayaan masyarakat terhadap kompetisi pendidikan tetap terjaga. Mereka juga berharap kejadian tersebut menjadi momentum pembenahan sistem penilaian agar lebih profesional, objektif, dan bebas dari kesan diskriminatif.


    “Jangan sampai lomba yang membawa nama besar pendidikan nasional justru meninggalkan luka keadilan bagi para pelajar,” pungkasnya.


    Editor : Redaksi|Sumber : LIRA KALBAR|Penulis : Bima

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +