LenteraIndonesiaNews.id — Ketapang, Kalimantan Barat | Rabu, 27 Mei 2026
Dugaan mafia BBM subsidi di Kabupaten Ketapang semakin vulgar. Sebuah mobil Kijang biru diduga bebas mengisi solar subsidi menggunakan “tangki siluman” di SPBU 64.781.08 Jln.D.I.Panjaitan Ketapang tanpa hambatan, lalu disinyalir memasok BBM ke aktivitas tambang ilegal.
Pantauan awak media menunjukkan kendaraan tersebut berada lebih lama di dispenser dibanding kendaraan lain. Dugaan kuat muncul adanya pengisian berulang dengan kapasitas tak wajar untuk kepentingan penimbunan dan distribusi ilegal.
Usai mengisi BBM, mobil itu disebut bergerak menuju sebuah rumah di kawasan Jalan Sunan Gunung Jati, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, yang diduga dijadikan gudang penampungan solar subsidi.
“Mobil keluar masuk hampir tiap hari. Sudah ada motor pelangsir menunggu. Di dalam rumah ada pompa untuk menyedot BBM dari mobil,” ungkap seorang warga.
Warga menyebut sedikitnya ada lima kendaraan pelangsir yang rutin bolak-balik mengisi BBM subsidi. Satu kendaraan bahkan diduga mampu membawa hingga empat drum solar sekali jalan.
“Aktivitasnya terang-terangan. Kami khawatir terjadi kebakaran karena lokasi penampungan dekat permukiman warga,” kata warga lainnya.
Praktik ini diduga kuat merugikan negara sekaligus merampas hak masyarakat kecil yang seharusnya menikmati BBM subsidi. Warga pun mempertanyakan lemahnya pengawasan SPBU hingga kendaraan dengan dugaan tangki modifikasi bisa leluasa menguras solar bersubsidi setiap hari.
Saat dikonfirmasi, pemilik gudang berinisial MHD enggan menjelaskan legalitas usaha maupun izin penyimpanan BBM. Ia justru mengarahkan awak media agar menanyakan hal tersebut kepada pihak SPBU.
Sementara salah seorang operator SPBU mengaku tidak mengetahui keberadaan pengawas saat pengisian BBM diduga ilegal berlangsung.
“Tadi ada pengawas di sini, sekarang tidak tahu ke mana,” ujarnya singkat.
Kasi Humas Polres Ketapang menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.
“Terima kasih atas informasinya. Kami akan berkoordinasi dan menunggu petunjuk pimpinan,” ujarnya melalui WhatsApp.
Di tengah maraknya dugaan pelangsiran, muncul pula nama berinisial EK yang disebut warga diduga menjadi koordinator pengisian BBM subsidi di sejumlah SPBU di Ketapang. Namun hingga kini belum ada klarifikasi dari pihak terkait.
Warga mendesak aparat penegak hukum, Pertamina, dan BPH Migas segera turun tangan membongkar dugaan mafia BBM subsidi yang disebut sudah lama beroperasi secara terbuka di Ketapang.
“Subsidi ini untuk rakyat kecil, bukan untuk mafia BBM dan tambang ilegal. Kalau dibiarkan, negara terus dirugikan dan masyarakat hanya kebagian antrean,” tegas seorang warga.
Tim

