LenteraIndonesiaNews.id--Kubu Raya–Batu Ampar--Selasa, 9 Juni 2026, Desa Batu Ampar merupakan desa terluas di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Dengan luas wilayah sekitar 560,12 kilometer persegi, desa ini dikenal sebagai kawasan pesisir yang kaya akan sumber daya alam, hutan mangrove, serta berbagai potensi wisata dan kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.
Hamparan hutan mangrove yang luas menjadikan Batu Ampar sebagai salah satu kawasan ekowisata unggulan di Kalimantan Barat. Keindahan alam pesisir yang masih alami, ditambah keberadaan kawasan wisata seperti Bukit Lalang dan Pulau Gelanggang, menjadi destinasi yang terus dikembangkan untuk menarik kunjungan wisatawan.
Selain terkenal dengan mangrovenya, Batu Ampar juga dikenal luas sebagai penghasil pisang salai, salah satu makanan khas yang menjadi ikon daerah tersebut. Pisang yang diolah melalui proses pengasapan tradisional menghasilkan cita rasa manis dan aroma khas yang sangat digemari. Produk pisang salai Batu Ampar bahkan sering dijadikan oleh-oleh favorit bagi para penumpang maupun wisatawan yang singgah di kawasan ini.Selain itu Batu Ampar juga warganya membuat Kayu Arang untuk berbagai macam keperluan membakar ikan dan sate.
Tak hanya itu, Batu Ampar juga terkenal sebagai daerah penghasil udang galah yang memiliki kualitas baik dan banyak diminati masyarakat. Hasil perikanan dan budidaya dari wilayah perairan setempat menjadi sumber penghidupan utama sebagian besar warga.
Sebagai salah satu pusat transportasi air di wilayah pesisir Kalimantan Barat, Batu Ampar menjadi tempat naik dan turunnya penumpang kapal maupun speedboat yang melayani berbagai rute antardaerah. Aktivitas di pelabuhan berlangsung hampir setiap hari, menjadikan kawasan ini sebagai titik pertemuan masyarakat dari berbagai wilayah.
Ramainya aktivitas pelabuhan turut menggerakkan sektor kuliner dan perdagangan. Di sekitar pelabuhan, pengunjung dapat menemukan berbagai warung dan rumah makan yang menyediakan aneka menu pilihan, mulai dari hidangan laut segar, olahan udang galah, hingga makanan dan minuman khas daerah. Banyak penumpang memanfaatkan waktu singgah untuk beristirahat, menikmati kuliner lokal, sekaligus membeli pisang salai sebagai buah tangan sebelum melanjutkan perjalanan.
Dengan kekayaan alam mangrove, hasil perikanan yang melimpah, pisang salai yang melegenda, serta perannya sebagai gerbang transportasi pesisir, Desa Batu Ampar menjadi salah satu kawasan yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata dan ekonomi unggulan di Kabupaten Kubu Raya.
"Batu Ampar bukan hanya dikenal sebagai gerbang transportasi pesisir, tetapi juga sebagai negeri mangrove yang kaya pesona, penghasil pisang salai yang legendaris, dan udang galah yang menjadi kebanggaan masyarakatnya. (Ardi)

