LenteraIndonesiaNews.id--Ketapang –Sandai--Sabtu, 26 Juni 2026, Derasnya hujan yang mengguyur Kecamatan Sandai pada Sabtu malam tidak mampu meredupkan aktivitas masyarakat di sepanjang Jalur Trans Kalimantan. Deretan warung kopi (warkop), kafe, hingga rumah makan tetap dipenuhi pengunjung yang menikmati suasana malam bersama teman, keluarga, maupun rekan kerja.
Di sepanjang jalur utama ini, masyarakat disuguhi beragam pilihan kuliner, mulai dari menu khas Lamongan, masakan nusantara, hingga aneka makanan dan minuman yang menjadi favorit para pelintas jalan. Ramainya pengunjung menunjukkan bahwa kawasan ini telah menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan tempat berkumpul masyarakat,pada pukul 21.53 WIB.
Malam Minggu memang menjadi momen yang paling ramai. Berbagai kalangan, mulai dari anak muda, keluarga, sopir angkutan, pekerja, hingga para pelaku usaha tampak memenuhi warkop dan kafe. Bahkan, sejumlah penginapan di Kota Sandai juga dilaporkan penuh karena banyak pelintas memilih bermalam sebelum melanjutkan perjalanan pada hari libur.
Meski hujan lebat sempat menyebabkan pemadaman listrik di beberapa titik wilayah Kota Sandai, suasana tetap hidup. Sebagian besar warga tetap bertahan menikmati malam dengan bercengkerama dan menyeruput kopi hangat.
Seorang anak muda yang ditemui di salah satu warkop mengatakan bahwa hujan bukan alasan untuk membatalkan agenda berkumpul
"Kalau malam Minggu memang biasanya kami ngumpul di warkop. Hujan justru bikin suasananya lebih nyaman sambil ngopi dan ngobrol," ujarnya.
Sementara itu, seorang warga yang datang bersama keluarganya mengaku sengaja memilih makan malam di kawasan tersebut karena banyak pilihan menu.
"Di sini lengkap. Mau makan ayam Lamongan, seafood, atau sekadar ngopi juga ada. Anak-anak senang karena pilihannya banyak," katanya.
Pendapat serupa juga disampaikan seorang sopir angkutan antarkota yang rutin melintasi Jalur Trans Kalimantan.
"Sandai hampir tidak pernah sepi. Siang maupun malam selalu ada tempat singgah untuk makan dan istirahat. Itu sangat membantu kami yang bekerja di jalan," tuturnya.
Jalur Trans Kalimantan yang menghubungkan berbagai kecamatan hingga menuju Pontianak memang menjadi urat nadi transportasi di wilayah ini. Arus kendaraan roda dua, mobil pribadi, bus, hingga truk logistik terus melintas sepanjang hari, menjadikan kawasan Sandai tetap ramai dan menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat.
Di balik guyuran hujan, kehidupan malam di Sandai tetap bergeliat. Warkop, kafe, rumah makan, dan penginapan menjadi saksi bahwa kebersamaan masyarakat serta roda perekonomian lokal terus berjalan tanpa terhalang cuaca.(Ardi)

